Iklan

REDAKSI
Jumat, 04 September 2026, Jumat, September 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-04T06:02:27Z
beritaBerita NTBBupati Lombok Timur

Resmikan Puskesmas Sakra Timur, Bupati Iron Sampaikan Dukungan SBMI Untuk PMI dan Anaknya

Advertisement

 

Resmikan Puskesmas Sakra Timur, Bupati Iron Sampaikan Dukungan SBMI Untuk PMI dan Anaknya Masuk SR, BPJS Dibayar Pemda, USMAN SBMI NTB Apresiasi Bupati

Berita Nusra – Peresmian Puskesmas Sakra Timur pada Selasa, 1 September 2026, tidak hanya menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur, H. Iron, juga menyampaikan perhatian dan dukungannya terhadap perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarga mereka.


Bupati Lombok Timur menyoroti masih banyak persoalan yang dihadapi PMI dan keluarga PMI. Karena itu, pemerintah daerah terus didorong untuk hadir memberikan perlindungan, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, jaminan sosial maupun kesejahteraan keluarga.


Salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur adalah akses pendidikan bagi anak-anak PMI. Dalam program Sekolah Rakyat (SR) di Lombok Timur, disebutkan bahwa cukup banyak peserta didik yang berasal dari keluarga PMI.


Menurut Usman, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa Tenggara Barat, perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak PMI merupakan langkah penting dalam memastikan masa depan keluarga pekerja migran.


Selain pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus memperluas program perlindungan sosial bagi masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan jaminan sosial melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk keluarga PMI dan pekerja rentan.


Kelompok yang mendapat perhatian tersebut antara lain masyarakat kurang mampu, petani, buruh tani, perangkat kewilayahan, RT, guru ngaji, pekatih serta kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial.


Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah membayarkan kepesertaan BPJS bagi ratusan ribu masyarakat Lombok Timur sebagai bagian dari upaya memperluas akses perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan.


Usman mengapresiasi langkah Bupati Lombok Timur yang dinilainya mulai menunjukkan perubahan dalam pelayanan masyarakat, terutama memasuki tahun kedua masa kepemimpinan.


«“Kami dari SBMI NTB mengapresiasi Bupati Lombok Timur. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, kami melihat perubahan dan perbaikan yang cukup signifikan. Salah satunya perhatian terhadap perlindungan masyarakat melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk memfasilitasi anak-anak PMI untuk mendapatkan akses pendidikan,” kata Usman.»


Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab persoalan masyarakat, termasuk persoalan yang dihadapi PMI dan keluarga mereka.


Usman berharap perlindungan sosial di Lombok Timur terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan dan perlindungan ketenagakerjaan.


Lebih lanjut, Usman juga menyampaikan adanya rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk membangun asrama dan sekolah khusus bagi anak-anak PMI, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas atau SLTA.


Konsep pendidikan tersebut diharapkan memiliki pola yang hampir sama dengan Sekolah Rakyat, dengan menyediakan pendidikan sekaligus fasilitas pendukung bagi anak-anak dari keluarga pekerja migran.


«“Kami berharap rencana Pemerintah Provinsi NTB tersebut dapat diwujudkan dan kalau memungkinkan dibangun di Lombok Timur. Sebab, Lombok Timur merupakan salah satu daerah di NTB dengan jumlah masyarakat yang bekerja ke luar negeri sangat besar,” ujar Usman.»


SBMI NTB berharap perhatian terhadap PMI tidak hanya diberikan ketika mereka menghadapi persoalan di negara penempatan. Perlindungan, menurut Usman, harus dimulai dari daerah asal, termasuk memberikan jaminan sosial kepada keluarga PMI serta memastikan pendidikan anak-anak mereka tetap terjamin.


Momentum peresmian Puskesmas Sakra Timur pun menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah memperluas pelayanan kesehatan, jaminan sosial dan perlindungan bagi masyarakat, termasuk PMI dan keluarganya.


SBMI NTB

Wikipedia

Hasil penelusuran