Advertisement
Denpasar, 26 Agustus 2026 — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali melaksanakan Kick Off Program SMK Go Global Batch I di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Rabu (26/8/2026). Mengusung tema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia, Terampil Mendunia”, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja luar negeri.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi II DPRD Jembrana, Ibu Adi Oktariana; Kepala Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ibu Luh Sri Astuti; Ketua Tim Pembinaan Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMK Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Bapak I Gusti Agung Yana Setiawan; Ketua HILSI Bali, Bapak Agung Widnyana; perwakilan FORLAT Vokasi Bali, Bapak Ketut Bendesa Putra; Direktur Pusat PT Alwihdah Jaya Sentosa, Ibu Puji Astuti; Kepala Cabang Bali PT Alwihdah Jaya Sentosa, Bapak I Nengah Yasa Adi Santosa, serta Kepala BDI Denpasar, Bapak Arga Mahendra.
Program SMK Go Global diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi calon pekerja migran agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong penempatan pekerja migran secara prosedural, aman, dan terlindungi, serta mencegah terjadinya penempatan secara nonprosedural.
Pada Batch I, pelatihan dilaksanakan bagi 100 peserta yang terbagi dalam lima kelas, yaitu Barista sebanyak 1 kelas dengan 20 peserta, Housekeeping sebanyak 3 kelas dengan 60 peserta, serta Waiter/Waitress sebanyak 1 kelas dengan 20 peserta.
Kegiatan dilaksanakan di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Jalan WR Supratman Nomor 302, Denpasar, mulai 26 Agustus 2026. Pelatihan dan sertifikasi Barista dijadwalkan berlangsung hingga 1 September 2026, sedangkan pelatihan dan sertifikasi Housekeeping dan Waiter/Waitress dilaksanakan hingga 23 September 2026.
Selama mengikuti program, peserta memperoleh sejumlah fasilitas untuk menunjang proses pembelajaran, meliputi sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi BNSP bagi peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi, training kit, uang harian dan transportasi, asrama, serta konsumsi.
Kepala BP3MI Bali, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa keberangkatan untuk bekerja ke luar negeri harus dipersiapkan secara matang dan dilakukan melalui prosedur yang benar.
“Tidak ada lagi modal wanen (red: nekat dalam bahasa Bali). Semua penempatan kerja ke luar negeri harus sesuai prosedur. Peserta harus belajar dengan baik, ambil manfaat dari pelatihan ini, supaya siap bekerja di luar negeri dan mengharumkan nama bangsa,” ujar Iqbal.
Menurutnya, kompetensi merupakan salah satu modal utama bagi PMI untuk dapat bekerja secara profesional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kerja global. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan sebaik-baiknya.
Kepala BDI Denpasar, Arga Mahendra, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program SMK Go Global.
“Kami salut karena ada peserta yang berasal dari luar daerah. Ini menunjukkan komitmen yang besar untuk mengikuti pelatihan ini. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi,” ungkap Arga.
Pasca kegiatan Kick Off di BDI Denpasar, para peserta mengikuti Kick Off SMK Go Global secara daring yang dilaksanakan secara langsung dari Balai Diklat Industri Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti arahan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtarudin, terkait pelaksanaan dan tujuan pogram SMK Go Global.
Rangkaian kegiatan di BDI Denpasar kemudian ditutup dengan pengalungan name tag kepada peserta dan foto bersama.***


.png)