Advertisement

Wanita

Menu Atas

IKA UNAIR Wilayah Bali Galakkan Pembangunan Di Pulau Dewata Pada Sektor Peternakan

REDAKSI
Jumat, 17 Juli 2026 | Jumat, Juli 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-18T00:31:17Z

 


Denpasar ( BERITA NUSRA) - Pembangunan di Pulau Bali dengan mendukung Penuh Pengembangan di Sektor Peternakan, menjadi fokus Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang kini dikomandoi oleh Drh Nyoman Dhukajaya, M.Si. Setelah didaulat menjadi Ketua Alumni UNAIR Provinsi kini ia berupaya mebangun sinergi antara alumni, pemerintah daerah, dan Balai Inseminasi Buatan (BIB).


Seperti yang disampaikan Ketua IKA Universitas Airlangga Wilayah Bali, Nyoman Dhukajaya, pada Temu Alumni dan Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga Bali di Kuta, Badung, Kamis (16/7) lalu, bahwa Ketua Umum mengarahkan agar alumni berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu sektor yang diperhatikan adalah pengembangan peternakan sapi di Bali.


“Beliau menganjurkan agar terjadi sinergisitas antara pemerintah daerah, tadi berkaitan dengan sapi Bali. Itu juga menjadi concern. Jadi, saya harapkan nanti semua pengurus atau alumni UNAIR bisa berkontribusi dan berdampak untuk pembangunan di Bali,” ujar pengusaha dan juga Anggota DPRD Buleleng ini.


Menurut Dhukajaya, alumni UNAIR yang terdata di Bali saat ini sekitar 300 orang. Namun, jumlah alumni yang berkarier di Pulau Dewata diperkirakan sudah mencapai ribuan orang dengan berbagai profesi, mulai dari dosen, dokter, tenaga kesehatan, praktisi hukum, hingga bidang lainnya.


Sebagai langkah kongkrit, IKA UNAIR Bali berencana bekerja sama dengan Balai Inseminasi Buatan (BIB). Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengembangan peternakan lewat program kawin suntik atau inseminasi buatan.


“Sapi Bali itu top of the top, tapi ternyata di atas itu masih ada. Ada Belgian Blue, ada Wagyu yang ternyata itu sangat tinggi. Nah, ini yang diharapkan alumni-alumni kita di Bali, khususnya yang berkaitan itu untuk bersinergi untuk di Bali,” lanjutnya.


Sementara itu, Ketua Umum IKA Universitas Airlangga, Khofifah Indar Parawansa, menilai Bali punya peluang besar untuk mengembangkan peternakan sapi lewat inseminasi buatan. Apalagi, kebutuhan daging berkualitas tinggi di daerah ini cukup besar.


Menurutnya, kebutuhan daging Wagyu di Bali selama ini masih dipenuhi dari impor. Padahal, Balai Inseminasi Buatan punya lebih dari 6.000 straw (sedotan semen beku) yang bisa digunakan untuk program kawin suntik tersebut.


“Kalau ada 6.000-an straw, kemudian ada tim inseminator untuk melakukan inseminasi buatan, lalu ada tim pengawas kebuntingan, saya rasa itu akan sangat efektif untuk bisa dibudidayakan di Bali. Karena kebutuhan pasarnya tinggi sekali dan mahal,” jelas Gubernur Jawa Timur ini.


Bahwa pengembangan sapi Wagyu maupun Belgian Blue bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan pasar Bali, melainkan juga jadi peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan sektor peternakan. 


Menurutnya, keberhasilan program kawin silang yang sudah dilakukan di Jawa Timur bisa menjadi contoh untuk daerah lain guna mengurangi tergantungan terhadap impor dengan program Swasembada daging.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • IKA UNAIR Wilayah Bali Galakkan Pembangunan Di Pulau Dewata Pada Sektor Peternakan

Trending Now


 

Iklan

Iklan