Advertisement

Wanita

Menu Atas

DPRD Buleleng Terima Audiensi Cipayung Plus, Bahas Kesejahteraan Guru hingga Penguatan UMKM Lokal

REDAKSI
Senin, 13 Juli 2026 | Senin, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T04:18:55Z

 


Singaraja – Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, didampingi Wakil Ketua Nyoman Wandira Adi, menerima audiensi dari Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Buleleng di Ruang Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (13/7/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan di sektor pendidikan, mulai dari kesejahteraan guru, status asisten guru, pengadaan seragam sekolah yang dinilai belum berpihak pada UMKM lokal, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Dalam penyampaiannya, perwakilan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menyoroti masih adanya berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah belum adanya kepastian terkait keberadaan dan perlindungan bagi asisten guru yang selama ini turut membantu proses pembelajaran di sekolah.

Selain itu, mahasiswa juga menilai kebijakan pengadaan seragam sekolah perlu dievaluasi agar lebih berpihak kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Menurut mereka, pengadaan seragam sekolah semestinya mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Buleleng dengan melibatkan penjahit maupun pelaku usaha konveksi lokal.

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat terus memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik, baik dari sisi kesejahteraan, perlindungan kerja, maupun peningkatan kompetensi agar kualitas pendidikan di Kabupaten Buleleng semakin meningkat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menyampaikan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa akan menjadi perhatian DPRD untuk diteruskan kepada perangkat daerah terkait guna dikaji sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Arya menjelaskan bahwa beberapa persoalan, seperti status tenaga pendidik dan kebijakan pengangkatan guru, merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian, DPRD akan terus mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru melalui kebijakan yang menjadi kewenangan daerah.

Terkait pengadaan seragam sekolah, Arya menilai keterlibatan UMKM lokal merupakan langkah yang patut dipertimbangkan. Menurutnya, apabila regulasi memungkinkan, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal.

"Dunia pendidikan tidak hanya berbicara mengenai proses belajar mengajar, tetapi juga mengenai bagaimana kebijakan yang dibuat mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan tenaga pendidik dan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan adik-adik mahasiswa akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada," ujar Arya.


Audiensi berlangsung secara interaktif dengan diskusi antara mahasiswa dan DPRD mengenai berbagai tantangan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan elemen mahasiswa dalam mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih berkualitas, berpihak kepada tenaga pendidik, serta mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.


Penulis: Bima

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPRD Buleleng Terima Audiensi Cipayung Plus, Bahas Kesejahteraan Guru hingga Penguatan UMKM Lokal

Trending Now


 

Iklan

Iklan