Iklan

REDAKSI
Minggu, 04 Oktober 2026, Minggu, Oktober 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-04T05:07:51Z
beritaBerita BaliPuskor Hindunesia

Puskor Hindunesia Buleleng Gelar Pengobatan Gratis di Desa Adat Munduk Kunci

Advertisement

 


BULELENG — Wujud kepedulian terhadap para rohaniawan kembali ditunjukkan dengan bakti kesehatan kembali dilaksanakan oleh Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Dewan Koordinator Daerah (Dekorda) Buleleng. Kali ini, tim kesehatan Puskor Hindunesia menggelar aksi sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan kesehatan secara gratis yang dipusatkan di Wantilan Pura Desa Adat Munduk Kunci, Desa Tegallinggah, Buleleng, Pada Minggu 04 Oktober 2025.


Kegiatan pelayanan kesehatan ini menyasar para pemangku, sarati banten, hingga krama desa adat setempat yang telah mencurahkan fisik dan tenaganya dalam rangkaian upacara keagamaan.  


Ketua Puskor Hindunesia Dekorda Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, SpOG yang akrab dipanggil Dokter Caput  menjelaskan bahwa aksi medis ini dilaksanakan murni atas dasar panggilan kemanusiaan serta pemenuhan permohonan langsung dari pihak paguyuban pemangku desa setempat. 



Menurutnya, menjaga kondisi fisik para pengayah dan krama pasca-prosesi keagamaan yang panjang sangatlah krusial.  



"Aktivitas yadnya dan rangkaian upacara keagamaan di Bali berlangsung sangat padat. Prosesi ini tidak hanya menguras materi, tetapi juga tenaga, pikiran, dan energi krama serta para pemangku. Di sinilah pentingnya peran Relawan Dharma untuk hadir memberikan penanganan medis awal dan tindakan pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit akibat kelelahan fisik," ujar dr. Caput


Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan sinergi yang ditunjukkan oleh prajuru desa adat maupun tokoh masyarakat setempat. Harapannya, program kesehatan bergerak ini dapat terus menjangkau berbagai lapisan umat di wilayah Kabupaten Buleleng.  


Ketua Paguyuban Pemangku Wasista Gotra Desa Adat Munduk Kunci, Jro Made Swaspada, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kehadiran tim medis Puskor Hindunesia Buleleng. Ia menyebutkan bahwa para pemangku baru saja menyelesaikan tugas pelayanan keagamaan maraton dalam rangkaian upacara piodalan yang berlangsung selama kurang lebih 21 hari berturut-turut.  


"Selama 21 hari penuh kami melaksanakan tugas dan pelayanan dalam kegiatan upacara piodalan. Rasanya stamina dan kondisi fisik para pemangku sangat terkuras. Karena itulah, kami berkoordinasi secara khusus dengan dr. Ketut Putra Sedana dan tim Puskor Hindunesia Buleleng agar berkenan menggelar safari kesehatan di desa kami. Kami sangat berterima kasih karena permohonan ini direspon dengan cepat dan terlaksana sangat baik," tutur Jro Made Swaspada.  


Ia berharap kolaborasi serta sinergi antara paguyuban pemangku dengan tim kesehatan Puskor Hindunesia Buleleng dapat terus terjalin secara berkelanjutan di masa-masa mendatang untuk memantau kesehatan para pengayah di pura.  


Kelian Desa Adat Munduk Kunci, Gede Gara, menyambut positif kehadiran pelayanan kesehatan gratis ini di wilayahnya. Pihaknya menegaskan bahwa perhatian medis terhadap kesehatan pemangku dan krama merupakan hal yang sangat berarti bagi keberlangsungan keharmonisan desa adat.  


Lebih lanjut, Gede Gara berharap momentum pemeriksaan gratis ini dapat memicu tingkat kesadaran masyarakat adat akan pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.  


"Jika di wilayah kedinasan kegiatan seperti ini sudah beberapa kali ada, namun untuk pemeriksaan kesehatan yang secara khusus memfasilitasi desa adat di Wantilan Desa Adat Munduk Kunci ini baru pertama kali dilaksanakan. Harapan kami ke depan, krama semakin peduli terhadap kondisi fisiknya, rajin memeriksakan diri, sehingga krama desa adat senantiasa sehat dalam menjalankan aktivitas adat dan keagamaan," pungkasnya.***

Wikipedia

Hasil penelusuran