Advertisement
Singaraja - Pengurus Cabang (Pengcab) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Buleleng menggelar kegiatan Gashuku serta ujian kenaikan tingkat dan penurunan kyu di lingkungan Sekolah Taruna Mandara, Minggu (18/11/2026).
Kegiatan INKAI ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di sekolah tersebut.
Adapun, Ketua Harian Pengcab INKAI Buleleng, Dr.dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG alias dr Caput, membeberkan alasan kuat di balik pemilihan SMA Taruna Mandara sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, sekolah yang diinisiasi oleh tokoh kharismatik Bali, Made Mangku Pastika, itu secara konsisten menjadikan karate sebagai kurikulum wajib dalam menempa fisik dan mental para siswanya.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Made Mangku Pastika selaku pemilik yayasan yang telah menyiapkan fasilitas luar biasa ini sehingga Gashuku dan ujian INKAI bisa berjalan lancar," ucap dr. Caput penuh semangat.
Lebih jauh, figur yang dikenal ramah ini menegaskan bahwa gashuku dan ujian bukan sekadar rutinitas penjemputan sabuk baru. Lebih dari itu, ajang ini berfungsi sebagai kawah candradimuka untuk menguji kematangan teknik para atlet secara berkala dan berkesinambungan.
Pembinaan yang disiplin, terukur, dan berbasis program jangka panjang ini diyakini mampu melahirkan bibit-bibit atlet berkelas. Terlebih, Buleleng kini tengah bersiap menatap ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.
"Prestasi itu tidak lahir instan, melainkan lewat proses tempaan seperti ini. Astungkara, secara umum kesiapan FORKI Kabupaten Buleleng menyambut Porprov sudah sangat matang," tandas dr. Caput.
Sementara itu, Sekretaris Umum INKAI Pengcab Buleleng Putu Arga menyebut, penguji langsung dari Pengda INKAI Bali. Ia mengatakan, bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat tinggi, yakni hampir mencapai 200 peserta yang sebagian besar didominasi oleh siswa-siswi dari Taruna Mandara di samping peserta dari jalur umum.
Ia juga merinci bahwa jenjang kepangkatan yang diuji bervariasi dari tingkat dasar hingga menengah.
Terkait materi yang diujikan, pihak penguji menegaskan bahwa seluruhnya telah disesuaikan dengan standar kurikulum yang ada.
"Ya tentu kurikulum pembinaan itu kan menyesuaikan sabuk. Jadi kita pelatih sudah mengerti sabuk putih materinya apa, sabuk kuning materinya apa, sabuk biru dan sabuk coklat materinya apa. Jadi para atlet tinggal mengikuti sehingga program pembinaan ini berjalan sesuai dengan standar-standar yang kita harapkan," pungkasnya.
Made Mangku Pastika selaku Pembina Yayasan menyampaikan harapan khusus dengan kegiatan ini mampu menggembleng fisik dan mental yang handal sebagai calon pemimpin
"Yang jelas dari awal sekolah ini kita harapkan bisa mencetak kalau calon pemimpin masa depan memiliki fisik, mental dan karakter yang kuat. Dan kemampuan akademik yang handal serta memiliki percaya diri, disiplin yang tinggi untuk menjadi calon pemimpin kita ke depan," harapnya.***


.png)